Pukul empat....
Lonceng berdetak, empat kali...
Hati berdegup, tak henti-henti...
Pikirkan kau oh, otak berputar...
Nun jauh di sana, diriku tak terlontar...
Aku ingin tahu, isi hatimu...
adakah rasa itu, oh padaku...
Tanda-tanda tak terbaca...
Eka, Dwi, Tri, Catur ataupun Panca...
Jiwa hancur ditelan gelapnya sepi....
Hati hancur hidup tanpa kau berdiri di sisi...
Aku yang dahulu bermain hati...
Kenapa kini oh ku sadari...
Rasa ini tak 'kan pergi...
Selalu ingat sang bidadari...
Yang datang dan pergi sesuka hati...
tinggal galau padaku dalam hati....
Ingin kuteriak, dan berlari sekuat kaki...
Inging kumenjerit, teriakkan isi kalbu...
Namun kau tetap jauh, tak dapat kuraih...
Tersisa hanyalah awan nan kelabu...
Sang bidadari terbang pergi...
Pergi jauh meninggalkan bumi...
Meninggalkan bumi meninggalkan hati...
Meninggalkan hati yang rindukan s'lalu...sang bidadari...
Terbang tinggi nun jauh di langit...
Biarkan ku sendiri, sekali lagi....

