Benci tapi cinta?
Hmm....itulah yang terjadi kalau perasaan suka dipake...ga ada ukuran yang pasti atas segalanya itu.....
Sebenarnya...kita ga bisa untuk benci tapi cinta...pilihannya kan hanya : Benci, Cinta ga ada benci tapi cinta....
I mean, yah, sesuai logikanya aja...seberapa bencikah kamu kepada dia? Apakah masih bisa ditolerir atau tidak? en seberapa cintakah kamu kepadanya, yang mana yang lebih berarti bagi kamu?
Walaupun, kalau untuk aku sih, casenya lebih seperti, stay or go away....Karena, ga baik memendam kebencian :D. Itu hanya bikin kita sendiri susah....Ga enak benci orang...biarlah, kita ga usah stay lagi sama dia....en juga ga usah pake benci2 dia....just let it flow aja....seperti dia bukanlah siapa2 lagi...karena kalau anda benci...justru dia tetap menjadi "siapa2" anda....(dalam hal ini, orang yang anda benci :D).
Klo lagi pusing, boleh juga sih nyamperin ke
http://www.kaskus.us/forumdisplay.php?f=10
di situ banyak teman2 untuk berbagi, tanpa perlu kita kenal satu sama lain :D. Just like talking to a diary, but with a feedback, coba deh :D.
Never be a hopeless one...Because, without a hopes...that's the end of life....:D.
Tak ada masalah yang tak bisa dipecahkan....hanya berbeda gampang atau susahnya saja :D.
(dah akh, gw dah konsultan aja neh :p).

