Montag, Mai 28, 2007

Tiga Enam Lima,
hari demi hari,
kulalui bersamamu,
Kau yang s'lalu dampingi hati....

Namun, laut tak s'lalu tenang,
Kan ada badai menerpa,
oh dalam lima dua...tujuh,
mungkinkah s'lalu tenang?

Aku yang lemah diterjang ombak,
meninggalkan dirimu di ujung lima,
kucoba mencari oh labuhan lainnya,
namun hatiku t'lah tertambat padamu,

ketika kukembali padamu,
ternyata kau bukanlah milikku....lagi....
Parasmu yang ayu nan sayu,
Gambarkan derasnya badai yang pernah kau lalui.....

Kini kau 'kan digapai,
oleh dirinya, pelaut sejati,
tinggalkan aku di galau sepi,
Penyesalan datang di ujung kini.....

Pernah kumiliki cinta sejati dalam hidupku,
Namun aku tak menghargainya,
ketika ia pergi baru kusadari,
betapa perluku 'kan dirinya.....

Jika dapat ku bertemu dengannya kembali,
hanya tiga kata kan terucap,
dan jika ada batas untuk cinta ini,
kuharap........selamanya......

Aku yang kini hanya berharap,
kebahagiaan padamu, jadilah untukku......
suatu kebahagiaan, tanpa diriku,
jika itu dapat membahagiakanmu,

selamanya......